free page hit counter

Kisah Nia dan Ketidakadilan Pemerintah

Di sebuah kota kecil, ada seorang siswi bernama Nia yang sedang belajar di sebuah sekolah menengah atas. Nia adalah seorang siswi yang pintar dan rajin, tetapi dia sering merasa tidak puas dengan dunia sekitarnya. Hal ini karena kondisi dari perekonomian Nia yang juga berada di golongan menengah ke bawah

 

Suatu hari, saat sedang mencari informasi tentang politik di internet, dia menemukan sebuah situs web yang membahas tentang kritik terhadap pemerintah. Situs ini ternyata memiliki grup di media sosial tempat mereka membahas masalah tersebut. Nia mulai tertarik dan akhirnya bergabung dengan kelompok tersebut.

 

Hidup Nia yang berada di kota kecil ini, sangat jauh dari layak karena mungkin kurangnya perhatian pemerintah terhadap daerah itu. Padahal daerah yang Nia tinggali memiliki kekayaan SDA yang sangat melimpah. Ketika Nia bergabung dengan kelompok yang ia temuka tersebut, dia mulai merasa telah menemukan makna hidup yang sesungguhnya. Kelompok ini mengajarkan tentang keadilan, ketegasan, dan kekuatan dalam menghadapi ketidakadilan yang ia rasakan.

 

Namun, keluarga Nia mulai khawatir dengan perubahan sikap putrinya. Mereka memperhatikan bahwa Nia semakin tertutup dan tidak ingin berbicara dengan mereka. Suatu malam, ibu Nia mencoba untuk mengajak bicara dengan putrinya.

 

Ibu Nia: “Nia, mama lihat kamu sangat berbeda akhir-akhir ini. Apakah ada hal yang terjadi?”

 

Nia: “Maaf ya Ma, kalau Nia agak sering tidak dirumah. Nia sekarang merasa menemukan makna hidup. Semenjak bergabung di kelompok yang Nia temukan di web, Nia merasa lebih bersemangat dalam menjalani hidup. Mereka mengajarkan tentang keadilan dan kekuatan untuk menyuarakan perlawanan akan ketidakadilan.”

 

Ibu Nia: “Tapi, apakah kamu yakin tindakan mereka benar? Apa yang kamu lakukan bersama mereka?”

 

Nia: “Kami melakukan protes dan mengajarkan orang-orang tentang pentingnya ketegasan dalam menghadapi ketidakadilan.”

 

Ibu Nia: “Tapi, apakah protes kalian selalu damai? Tindakan kalian bisa jadi dapat membahayakan orang lain dan merusak keberagaman. Karena mama dengar di pemberitan televisi kalua kelompok itu sering rusuh dalam aksi mereka.    ”

 

Nia merasa terpukul dengan kata-kata ibunya. Ia kemudian mulai memikirkan kembali ajaran-ajaran yang dia terima dari kelompok radikal tersebut dan mencari informasi lebih lanjut tentang dampak dari tindakan radikalisme.

 

Nia kemudian memutuskan untuk keluar dari kelompok radikal tersebut dan kembali fokus pada pendidikan dan pengembangan dirinya. Dia meminta maaf kepada keluarga dan mulai berpartisipasi dalam kegiatan sosial di kampusnya yang mendorong keragaman dan toleransi.

 

Kisah Nia ini menunjukkan bagaimana radikalisme dapat mengubah kepribadian seseorang dan merusak keberagaman. Namun, dengan dukungan dan pembicaraan terbuka, seseorang dapat kembali pada jalan yang benar dan mengembangkan pemahaman yang tepat tentang pentingnya pendidikan dan toleransi. [RONI/AJP]

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *