KALADAN (KEMANA LANGKAHKU, ADA NAMAMU) Part 8

Sari memang anak yang memiliki ikatan tersendiri dengan alam. Diusianya yang masih anak-anak, tidak mengerdilkan pemikirannya yang cukup dewasa itu. Mungkin peristiwa-peritiwa yang dia temui saat naik dan turun bukit memberikan Sari banyak pelajaran tentang hidup yang pelan-pelan membentuk karakter dan membangun pola pikir yang tidak sama dengan anak seusianya. Bukanlah masalah jika pelajaran-pelajaran itu membuat Sari menjadi seseorang yang berpikir kritis, berpengetahuan luas, dan peduli terhadap alam serta lingkungannya.

Setidaknya petualangan Sari ini memberikan banyak pelajaran bagi kita bahwa untuk menggapai sesuatu, diperlukan perjuangan yang tak mudah. Seperti trek-trek perjalanan yang harus Sari dan keluarganya lalui untuk menuju puncak bukit Matang Kaladan yang indah. Dan dalam proses berjuang itu, kita akan menemui berbagai halangan yang menguji kita apakah kita akan terus maju atau justru menyerah. Seperti rintangan yang keluarga Sari alami ketika kaki ibu Gisa keseleo. Namun, tidak membuat mereka menyerah untuk sampai puncak.

Begitu pula dengan hidup, jika kalian memiliki mimpi atau cita-cita berusahalah meraihnya walaupun jalannya tidak mudah dan banyak rintangan yang menghadang. Jangan menyerah, teruslah maju! Hadapi segala rintangan yang ada, nikmati proses perjalanannya, karena apapun yang terjadi Tuhan akan selalu memberimu jalan.

Keluarga Sari juga mengajarkan betapa pentingnya kebersamaan. Karena dengan bersama, apapun yang dihadapi akan terasa mudah. Dan yang paling penting adalah ciptakan kebahagiaanmu bersama orang-orang yang kamu sayangi. Karena kebahagiaan itu bukanlah sesuatu yang bisa datang begitu saja. Tetapi perlu diciptakan oleh diri sendiri. Seperti tujuan petualangan yang dilakukan Sari bersama keluarga adalah untuk menciptakan kebahagiaan keluarganya sendiri.

Itulah sekelumit cerita petualangan Sari bersama keluarganya ke puncak bukit Matang Kaladan yang ada di daerah tempat tinggalnya. Destinasi wisata yang masih banyak masyarakat daerahnya sendiri belum mengeksplornya. Banyak orang bilang keindahan alam bukit Matang Kaladan seperti Raja Ampat di Papua maupun Ha Long Bay di Vietnam. Namun, kenyataannya bukit Matang Kaladan tetaplah bukit dengan ciri khasnya sendiri, yaitu memiliki berbagai macam spot foto yang menarik bagi mereka yang suka berburu foto.

 

BIODATA PENULIS

            Zulfia Rizqimah, kelahiran Banjarmasin, 01 Maret 1994. Tinggal di Jalan Cengkeh, Komplek Mustika Karya No. 12 RT. 25 RW. 004 Kel. Guntung Manggis Kec. Landasan Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Menjadi mahasiswa FKIP II Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Universitas Lambung Mangkurat dari tahun 2012-2016. Sejak lulus, mengawali karier sebagai guru les privat dan guru honorer di SDN 2 Guntung Payung. Kemudian tahun 2018, melanjutkan pendidikan ke level 7 atau jenjang profesi, yaitu Pendidikan Profesi Guru (PPG) Bersubsidi atau beasiswa dari pemerintah dan lulus tahun 2019 di universitas yang sama. Penulis dapat dihubungi melalui instagram @fhia_fadly01, email [email protected] atau kontak wa 0856 6834 0989.

 

Editor : DEL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *