BATU (BAWA KEMBALI TUJU PUNCAKMU) – PART IX

Selain kemampuannya bertahan dalam keadaan kekeringan, pohon mahoni memiliki manfaat yang luar biasa, yaitu mampu mengurangi polusi udara sekitar 47%-69% sehingga disebut sebagai pohon pelindung karena kemampuannya menyerap polutan-polutan disekitarnya atau dikenal dengan istilah filter udara. Itulah alasan paman Birin menanamnya. Selain mampu bertahan di tempat gersang dan kemampuan filternya,  paman Birin berharap pohon mahoni bisa membuat bukit Batu bukan hanya menjadi tempat wisata dengan view yang oke, tetapi juga dapat menjadi hutan yang menghasilkan udara segar yang sangat diperlukan masyarakat kota.

Daun-daunnya yang mampu menyerap polutan-polutan di sekitarnya dan melepaskan oksigen (O2) yang membuat udara di sekitarnya menjadi segar. Ketika hujan turun, tanah dan akar-akar pepohonan itu akan mengikat air yang jatuh, sehingga menjadi cadangan air. Mungkin hal itu juga menjadi salah satu alasan keluarga mereka memilih lahan untuk mendirikan tenta dekat pohon mahoni.

Lani bersama Sari terlihat asyik membantu orang tua mereka membersihkan lahan mereka dari batu-batu kecil di sela-sela ilalang sesuai namanya bukit Batu, maka begitu banyak batu yang ditemukan. Setelah bersih, mereka melepas dahaga bersama ibu mereka sambil meminum minuman hangat yang sudah disiapkan bu Gisa.

Pak Andri dengan sigap mendirikan tenda, sementara pak Irvan terlihat agak kesulitan karena itu pertama kalinya dia mendirikan tenda. Dengan bantuan tangan terampilnya pak Andri, berdirilah dua buah tenda dengan kokohnya. Mereka pun tidak ingin ketinggalan menikmati minuman hangat bersama keluarga besar mereka.

Adzan Maghrib pun berkumandang memecah seru tawa mereka. Mereka pun bersiap mengambil air wudhu yang tempatnya jauh di bawah dan yang pasti membuat mereka ngos-ngosan terutama Lani dan Sari. Kewajiban sebagai umat muslim pun mereka kerjakan dengan pak Andri sebagai imam. Imam dengan suara merdunya melantunkan ayat-ayat suci Al-qur’an dan mampu menyentuh dasar hati setiap orang yang mendengarnya begitu syahdu. Kesyahduan yang pertama kali keluarga Lani temui.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *