free page hit counter

BERIKUT REALISASI INVESTASI SEPANJANG 2020 YANG TEMBUS 826 TRILIUN RUPIAH

FINANCE-Realisasi investasi di sepanjang tahun 2020 mencapai Rp826,3 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan target realisasi investasi yang diproyeksi yaitu hanya sebesar Rp817,2 triliun. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, nilai investasi di sepanjang 2020 naik 2,1 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2019 yaitu hanya Rp809,6 triliun.

“Artinya ada kenaikan [melebihi target] kurang lebih sekitar Rp9 triliun,” katanya.

Ia menjelaskan, pertumbuhan realisasi investasi ini juga berdampak positif bagi penyerapan tenaga kerja secara nasional. Di sepanjang 2020, BKPM mencatat penyerapan tenaga kerja yang terjadi yaitu ada sebanyak 1.156.361 orang.

Sementara itu secara rinci mengenai realisasi, penerimaan investasi di 2020 didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yaitu sebesar Rp413,5 triliun atau 50,1 persen dari total investasi. Bahlil menjelaskan, realisasi tersebut naik sekitar 7 persen dibandingkan realisasi di tahun lalu yang hanya Rp386,5 triliun.

Kemudian ada pula Penanaman Modal Asing (PMA) di 2020 yang mencapai sebesar Rp412,8 triliun atau 49,9 persen dari total investasi. Penerimaan investasi PMA turun 2,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

“Kemudian di PMA sendiri pasti kita tahu, kenapa PMA kok bisa sedikit turun. Kita tahu di beberapa lembaga keuangan dunia mengatakan bahwa Foreign Direct Investment turunnya sampai 30-40 persen. Indonesia itu tidak lebih dari 10 persen. Artinya kepercayaan ini ada,” kata dia.

Jika dilihat per sektor, proyek-proyek yang dibiayai dari PMDN didominasi oleh sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi yaitu sebanyak 4.115 proyek dengan total nilai Rp93triliun, kemudian di posisi ke dua ada sektor konstruksi sebanyak 5.549 proyek dengan total nilai investasi Rp68 triliun, kemudian di posisi ke tiga ada sektor perumahan, kawasan industri yaitu sebesar 4.397 proyek dengan total nilai Rp44 triliun.

Ada pula proyek yang dibiayai oleh PMA didominasi oleh sektor Industri logam dasar, barang logam yaitu sebanyak 1.669 proyek dengan nilai $5,96 miliar, kemudian listrik gas dan air sebenyak 846 proyek dengan nilai $4.61 miliar dan trasportasi, gudang dan telekomunikasi sebanyak 1.588 proyek dengan nilai $3,58 miliar.

Dalam bahan paparannya, berdasarkan negara asal aliran modal masih didominasi dari yaitu sebesar Singapura mencapai 9,77 miliar dolar AS. Kemudian Cina sebesar 4,84 miliar dolar AS, Hong Kong 3,5 miliar dolar AS, Jepang 2,6 miliar dolar AS, dan Korea Selatan 1,8 miliar dolar AS. (Nov)

Sumber :

Tirto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *