free page hit counter

PERAN OTAK KIRI DAN OTAK KANAN

Kalian sudah tahu belum bahwa otak kita memiliki dua peran loh. Dua peran ini sesuai dengan sisi otak, yaitu otak kiri dan otak kanan. Teori fungsi kedua otak Manusia Memiliki Kemampuan Berbeda ini ditemukan oleh Roger Sperry seorang neuropsikolog asal Amerika Serikat direntang waktu Tahun 1956-1968. Ia membuat jurnal kesehatan dan menemukan bahwa keseimbangan otak manusia terdiri atas dua bagian Kedua belahan otak ini saling memberi informasi, melalui observasi sensori melalui bagian corpus callosum yang menghubungkan keduanya. Sebenarnya ketika kita menggerakkan salah satu alat indera kita di satu sisi, maka sisi lainnya akan terpengaruh karena terhubung.

Di dalam otak manusia ada pembatas antara otak kiri dan kanan, Namanya RAS (Recticular Activity System) yang mana hal ini digunakan sebagai penyaring. Otak kiri dikenal sebagai otak yang memiliki daya analitis dan matematis karena di otak kiri adalah tempat untuk mengolah data yang baru didapatkan sedangkan otak kanan menyimpan data-data yang telah lama diproses sehingga menjadi data yang tersimpan permanen.  Oleh karena itu, orang-orang yang berotak kiri disebut cenderung lebih kuantitatif dan analitis. Golongan orang ini diyakini lebih memperhatikan hal detail dan berpikir menggunakan logika. Jika otak sisi kiri Anda mengalami cedera, kemampuan bicara dan gerakan di sisi kanan tubuh Anda umumnya akan terpengaruh. Hal ini dapat diamati pada seseorang yang mengalami kerusakan otak bagian kiri, seperti stroke, yang kerap menyebabkan kesulitan pada produksi bahasa atau disebut afasia. Adapun kerusakan serupa pada belakan otak kanan jauh lebih kecil kemungkinannya menyebabkan afasia.

Sementara itu, otak sisi kanan memainkan peran besar dalam menafsirkan informasi visual dan spasial. Sebagai contoh, sisi otak kanan Anda terlibat saat Anda membuat peta atau memberikan petunjuk arah ke terminal bus terdekat. Bagian otak kanan ini pun umumnya terkait dengan imajinasi, seni, kreativitas, mengekspresikan emosi, pengenalan wajah, dan musik. Oleh karena itu, seseorang yang dominan menggunakan otak kanan cenderung menjadi pemikir yang bebas dan kreatif. Meski demikian, dilansir dari American Association of Neurological Surgeons, pada sekitar sepertiga orang yang kidal, fungsi bicara mungkin terletak di sisi kanan otak. Adapun jika cedera otak terjadi di sisi kanan otak, gerakan lengan dan kaki kiri, penglihatan di kiri, dan/atau pendengaran di telinga kiri mungkin terpengaruh.

Sebagai contoh, seseorang tidak akan dapat menyebutkan nama suatu benda di tangannya meskipun ia dapat mengenali benda tersebut. Hal ini disebabkan karena informasi pengenalan benda yang berasal dari otak sisi kanan tidak dapat berpindah ke otak sisi kiri yang berperan dalam fungsi berbahasa. Dengan demikian, ia hanya akan dapat mengenali benda tersebut, tetapi tidak dapat menyebutkan nama bendanya. Oleh karena itu, kurang tepat bila dikatakan fungsi otak kanan dan kiri manusia terpisah. Meskipun keduanya punya fokus masing-masing, kedua bagian otak tersebut harus bekerja sama dengan satu sama lain supaya Anda memiliki cara kerja otak yang normal.

Seperti dalam teori otak kanan dan otak kiri dari Kahfi Communication School, yang mengatakan bahwa otak kiri berfungsi memproses informasi sebanyak 12% dan otak kanan berfungsi sebanyak 88%. Mengapa demikian? Karena otak kanan berfungsi sebagai memori jangka panjang dari data yang disaring oleh RAS dari otak kiri, sehingga sangat perlu untuk memiliki kapasitas yang lebih besar. Jika salah satu bagian otak berfungsi lebih banyak dari persentase tersebut, maka tubuh kita akan merespon rasa tidak nyaman atau sakit. Adapun RAS sebagai penyaring memiliki cara dan waktu tersendiri agar terbuka, RAS akan terbuka jika data yang diperoleh otak kiri disampaikan oleh orang yang dipercaya, memiliki kesan yang baik dan selalu diulang-ulang atau biasa disingkat BIR (Believe, Impression, Repetition). Selain itu, waktu yang dapat membuka RAS adalah disaat Bahagia, sepertiga malam, dan golden age (0-8 tahun). Jika RAS terbuka, maka data apapun yang diperoleh otak kiri akan tertransfer ke otak kanan dan menjadi data jangka Panjang yang sulit dilupakan namun data yang sudah masuk ke otak kanan tidak bisa dikembalikan ke otak kiri, dan tidak bisa dihapus, bisanya hanya ditumpuk dengan memori-memori lain. Oleh karena itu, kurang tepat bila dikatakan fungsi otak kanan dan kiri manusia terpisah. Meskipun keduanya punya fokus masing-masing, kedua bagian otak tersebut harus bekerja sama dengan satu sama lain supaya kita memiliki cara kerja otak yang normal. (crs/IAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *