Opinion

Paranoid vs Fanatik: Enggan dan Patuh yang Masuk Akal Namun Terukur

OPINI Р Paranoid, Fanatik, dan Waspada adalah 3 hal yang berbeda. Apa hubungannya bagi para remaja tentang ini? Sebuah teori dari IG @Docwester mengatakan seandainya kita tidak takut petir, bukan berarti kita berjalan keluar rumah membawa barang/peralatan logam. Tambah pendapatnya jika kita terpaksa keluar (saat ada badai petir), kita perlu -lah dengan kehati-hatian yang sesuai.

 

Nah begitu juga dengan situasi pandemi Covid-19 ini, akan tiga tipe anak muda yang akan memilih sikapnya, apakah menghadapi ancaman virus ini dengan paranoid (tidak berani keluar sama sekeali), fanatik (selalu berani kumpul-kumpul orang banyak dan tanpa masker), atau mungkin waspada (kepatuhan Compliance akan tingkat kepedulian kepada orang lain dan perlindungan diri juga.). Remaja sebaiknya pertimbangkan agar menjadi diri yang damai dan berguna bagi khalayak luas dan bagi diri juga, sebuah sikap waspada inilah #SobatDamai.

Para remaja bersikap waspada | townsquaredelaware.com

 

Bukan hanya menghadapi pandemi virus saja, banyak hal lainnya juga. Sikap remaja dan pemuda ini berdasarkan dari dua perilaku sosial dalam melihat dan mengikutinya. Pertama, Obedience yaitu bahwa individu cenderung patuh pada individu lain dalam posisi otoritas. Kedua, Compliance yaitu orang-orang kepatuhan pada anjuran dari pihak lain dengan harapan spesifik tanpa paksaan.

 

Individu pada umumnya cenderung mengikuti perintah dari figur yang memiliki otoritas. Individu cenderung mematuhi perintah karena ia meyakini bahwa hal itu perlu/benar, namun ada juga individu yang melakukan perintah itu karena paksaan atau karena adanya suatu keyakinan bahwa yang bertanggung jawab terhadap perilaku kepatuhan terletak pada pihak yang otoritas bukan pada individu yang melakukannya, Itulah Obedience. (Milgram, 1974).

 

Individu melakukan permintaan/anjuran yang diajukan karena individu berharap untuk mendapatkan suatu penghargaan yang spesifik dan menghindari suatu hukuman spesifik, inilah Compliance. (Cialdini, 2001).

 

Lalu bagaimana terukur ini bisa efisien? rajin-lah #sobatdamai mencari berita fakta tentang regulasi kebijakan Nasional/Daerah. Dengan mengetahui fakta, dan pendapat-pendapat ahli, Saudara(i) dapat menjauhi sikap fanatik/fanatisme, dan akan menjadi pribadi yang lebih terukur yaitu waspada, bukan paranoid.

 

Jadi, apakah adik-adik dan teman-teman siap berperilaku lebih terukur (measurable) dengan memperhatikan dampak-dampak yang mungkin terjadi saat adik tidak bermasker? apakah adik tahu-tahu dampak-dampak manfaat yang didapat saat selalu bermasker di situasi pengendalian emergensi global ini?

 

(SRH/IAN)

source: sinta.unud.ac.id

About the author

Suryadi Haryanto

Add Comment

Click here to post a comment