free page hit counter

OPINI 5 KELAS DAMAI : RUBAH POLA PIKIR AGAR NGAMPUS TIDAK SELAMANYA BIKIN MAMPUS

Editor : Bahriannor

Penulis : Muhamad Aulia Rahman

Mendengar kata Kampus, bagi kita mahasiswa termasuk saya sendiri selaku mahasiswa semester tiga, pasti dalam pikiran kita identik dengan yang namanya tugas, baik tugas pribadi, tugas kelompok, dan tugas penelitian. Namun yang sebenarnya, Kampus yaitu tempat dimana ribuan orang terkumpul dalam ruang lingkup yang disebut Universitas atau Sekolah Tinggi.

Didalamnya kita bisa bersosialisasi dengan orang lain, memberikan pendapat, kritik, ataupun saran untuk saling berinteraksi agar dapat mengembangkan pola pikir kita sebagai seorang MAHASISWA, karena kita mahasiswa dituntut untuk berpikir kritis dan tajam sehingga kita dapat berpikir secara luas dan dapat memahami permasalahan yang terjadi di masyarakat dan dapat mengabdikan diri kepada masyarakat luas dengan menerapkan nilai-nilai dan ilmu yang diperoleh di kampus, dimana pengabdian kepada masyarakat termasuk ke dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Tapi hasil analisa saya selama ini, yang jadi masalah disini bukan kampusnya dan bukan juga tugas yang diberikan dikampus itu, melainkan pola pikir dari mahasiswa itu sendiri. Dimana mereka dengan mudahnya menyepelekan sebuah tugas yang diberikan,menganggap enteng tugas-tugas tersebut.

Sebab dari pola pikir itulah yang menghambat perkembangan dan kemajuan dalam perencanaan kehidupan ataupun aktivitas ke depannya sehingga mereka akan menunda-nunda untuk mengerjakan tugas, sampaipun tugas-tugas yang lain berdatangan dan akhirnya menumpuk. Ketika tugas menumpuk yang mereka lakukan bukannya mengerjakan malah memikirkan tugas tersebut. Kepala memikirkan tugas tapi yangdilakukan malah main game, kumpul-kumpul unfaedah, jalan sana, jalan sini, kalau begitu kan kapan selesai tugasnya. Nah satu lagi yang sangat disayangkan yaitu pola pikir ini biasanya sudah tertanam pada masa ketika duduk di bangku SMP/SMA adalah pola pikir “DEADLINE”. Pola pikir ini dimana mereka hanya akan mengerjakan tugas apabila sudah mendekati deadline ataupun ketika hari deadline itu tiba.

Sungguh sangat disayangkan bukan, pola pikir diatas malah tertanam dalam diri kita sendiri. Harapannya semoga saja pola pikir ini bisa hilangkan dan rubah dengan selalu tepat waktu dan tidak menyia-nyiakan waktu yang ada dalam mengerjakan tugas. Dan juga bisa memanajemen waktu agar dengan mudah dapat mengatur dalam pengerjaan tugas. Tugas dikerjakan sesuai dengan topoksinya masing-masing. Seperti contohnya adalah Tugas yang diberikan untuk dikerjakan dirumah, maka kerjakan dan selesaikan dirumah, bukan malah membawa tugas tersebut unutk dikerjakan di kampus. Memang boleh apabila jika ada jam kosong, maka bisa kita manfaatkan untuk menyelesaikan tugas tersebut. Begitu juga jika tugas tersebut diberikan untuk dikerjakan di kampus maka selesaikanlah di kampus juga. Mengutip kata-kata dari seorang Dosen, beliau berkata “dimanapun tugas itu diberikan, kerjakanlah disitu dan saat itu, kalau bisa selesaikan hari itu juga.” Selain itu, untuk tugas kelompokpun jika memang topoksinya untuk dikerjakan bersama-sama maka kerjakanlah bersama, berbagi tugas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *