free page hit counter

JANGAN DENDAM : MILIKI SIFAT PEMAAF, KARENA INI ALASANNYA

OPINI – Sobat Damai ketahuilah, jika dendam terus dipelihara, maka hidup kita tak akan pernah nyaman dan hati akan senantiasa was-was. Untuk itu tinggalkan sifat dendam dan jalani hari dengan ikhlas. Percayalah, dengan menjadi pemaaf, kita berupaya untuk membawa hati agar tidak terjerat berbagai penyakit rawan, seperti dengki, iri, hingga dendam tak berkesudahan. Tentukan jalan hidupmu dengan menebar kasih sayang pada sesama, dengan begitu hidupmu akan lebih bermakna.

Berikut ini 5 alasan mengapa seseorang harus punya sifat pemaaf dalam menjalani hidup.

  1. Memaafkan adalah ciri hamba yang takut pada Tuhan-Nya

Tidak bisa dipungkiri, memaafkan adalah sifat mulia yang harus dimiliki setiap insan. Dengan memiliki sifat pemaaf, seorang manusia berupaya untuk membuat hatinya lapang tanpa harus menaruh rasa dendam pada orang lain. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan, sudah sepatutnya manusia memiliki sifat pemaaf, sebab Sang Maha Pencipta saja begitu Maha Pengampun pada hamba-Nya yang berbuat salah. Jangan sampai sebagai manusia biasa, kita malah menjadi angkuh dan bersikukuh untuk tidak mau memaafkan orang lain. Takutlah pada Tuhan yang Esa, yang Maha Pemaaf pada setiap hamba-Nya, jangan sampai karena ego membuat kita mengubur nurani untuk terus menaruh dendam pada orang lain sampai mati.

 

  1. Dengan memiliki sifat pemaaf, kamu berupaya membebaskan diri dari keinginan membalas perbuatan buruk orang lain
    Memaafkan orang lain berarti membuat dirimu meredam keinginan untuk membalas perlakuan yang sama pada orang tersebut. Mungkin kamu disakiti lewat kalimat verbal temanmu yang begitu tajam, atau tindakan fisik dari kerabatmu, tapi hal tersebut jangan sampai membuat kamu tersulut dan langsung membara untuk segera membalas perlakuan buruk tersebut. Bebaskan dirimu untuk tidak terpengaruh dengan ego yang ingin membalas perlakuan buruk orang lain, caranya yakni dengan memaafkan orang tersebut. Yakinlah, kamu tidak akan merugi dengan memberikan maaf pada orang lain, justru kamu berupaya untuk membuat dirimu merasakan ketenteraman hidup.

 

  1. Sebagai manusia biasa, salah itu pasti, maka memaafkan adalah ciri manusia terbaik
    Siapa bilang manusia tak ada alfanya? Setiap hari selama masih menjalani kehidupan di dunia ini, manusia tentu berbuat salah atau khilaf. Begitu juga dalam hubungan kita dengan orang lain, kerap terjadi gesekan atau masalah yang timbul sehingga membuat satu sama lain menjadi bermusuhan. Jika kamu mengalami kondisi ini, segera untuk memperbaiki diri dan mulai lah untuk meminta maaf satu sama lain. Jika permintaan maafmu tidak diterima atau tidak digubris oleh orang lain, jangan sedih dan kecewa, sebab manusia terbaik adalah mereka yang meminta maaf dan memaafkan kesalahan orang lain.

 

  1. Memaafkan membuat hidup lebih tenteram dan tidak galau
    Semua orang tentu ingin memiliki hidup yang tenteram dan nyaman, salah satu cara mendapatkan kenyamanan tersebut yakni dengan memaafkan kesalahan orang lain dengan hati ikhlas. Yakinlah, memaafkan membuat hati kita semakin lapang, jangan ambil pusing untuk sibuk menaruh dendam pada orang yang pernah menyakitimu. Maafkanlah, dan jadilah pribadi yang senantiasa rendah hati.

 

  1. Dengan memelihara sifat pemaaf, maka rasa benci dan kesal pada orang lain akan sirna
    Ketahuilah, jika kamu memaafkan orang lain dengan tulus ikhlas, maka perasaan benci dan kesal pada orang tersebut akan hilang. Benci datang karena kita tidak suka atau risih dengan keberadaan atau sikap orang lain, namun hal itu jangan sampai menggorogoti hatimu. Karena ketika kamu benci pada orang lain, maka semua hal tentang orang tersebut akan kamu anggap negatif, bisa-bisa niat baik orang lain malah kamu anggap suatu hal buruk lantaran terlalu sering menaruh perasaan curiga pada orang lain. Dengan begitu maafkanlah kesalahan orang lain agar kamu senantiasa merasa tenteram hati dan juga jiwa.

 

Demikianlah, 5 alasan seseorang harus memiliki sifat pemaaf dalam menjalani kehidupan. Ingat, dendam tak akan membawa kedamaian dalam diri, justru menjadi bumerang yang suatu saat malah akan menghancurkan dirimu sendiri. Nikmati hidup dengan lapang hati dan selalu bersyukur atas setiap episode yang kamu lalui. Salam Damai, (Nov)

Sumber :
idntimes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *