free page hit counter

Kapal di Tengah Lautan itu Bernama Demokrasi

Bayangkan kapal yang sedang berlayar di tengah lautan untuk menuju suatu tempat. Di atas kapal ini seorang kapten adalah pemimpin. Dia tidak hanya seorang penguasa tapi juga seorang yang bijaksana, yang memahami prinsip lebih dalam terhadap pelayaran yang sedang dilakukan. Demokrasi diibaratkan sebagai sebuah kapal dan seorang pemimpin adalah seseorang yang mengatur tujuan dan arah dari demokrasi ini berlayar.

 

Socrates pernah mengkritik demokrasi di Athena karena metode di kota itu memungkinkan orang yang bodoh untuk menjadi pemimpin. Hal ini dapat diibaratkan banyaknya penumpang yang tidak mengerti navigasi kemudian memberikan suaranya dalam pemilihan kapten kapal. Kadang kala seseorang dengan Karisma dapat saja memberikan pengaruh melalui janji-janji manis tanpa benar-benar memiliki keterampilan atau pengetahuan untuk mengemudikan kapal. Ditambah lagi seringkali ada permainan politik uang di mana kekayaan atau pengaruh finansial dapat membeli suara dan mempengaruhi keputusan. Dalam cerita sebuah kapal mengarungi lautan ini kita dapat melihat bahwa setiap pilihan haruslah ada pemahaman yang mendalam, pentingnya pendidikan, introspeksi dalam proses demokratis, dan tanggung jawab. (RON/IAN)

 

 

Sumber: http://hadinur.blog.um.ac.id/2023/07/30/perjalanan-filosofis-dalam-kepemimpinan/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *