Opinion

CIRI-CIRI LOWONGAN KERJA PALSU/PENIPU

Apakah Sobat Damai saat ini sedang mencari pekerjaan? Atau berencana mencari pekerjaan dalam waktu dekat? Ada baiknya kita mengenali terlebih dulu ciri-ciri perusahaan/lowongan kerja palsu/penipu di sekitar kita. Terlebih Ketika melihat info lowongan melalui media online seperti Instagram, twitter ataupun halaman website.

Karena keberadaan internet, membuat arus informasi sangat cepat didapatkan. Termasuk juga informasi lowongan pekerjaan, karena arusnya sangat cepat, kita kadang suka terburu-buru membaca informasinya. Saking cepatnya, kita bahkan tidak sempat mengkonfirmasi apakah info tersebut benar atau tidak.

Melalui tulisan ini, kita akan sama-sama membahas ciri-ciri lowongan kerja palsu/penipu, agar Sobat Damai gak gampang ditipu sama loker abal-abal di masa depan.

Apa saja ciri lowongan kerja penipu itu?

1. Penulisan Yang Tidak Rapi

Lowongan kerja yang resmi, penulisannya tidak ada yang salah/typo. Bahkan letak tanggal, kop surat dan nomor surat perihal lowongan pekerjaannya juga harus rapi. Lowongan palsu, biasanya banyak yang salah atau minimal penulisan yang tidak rapi.

Misalnya, logo perusahaan yang tidak sesuai ukuran (cembung, lonjong, gepeng, dsb). Letak tanda tangan yang tidak memenuhi kaidah surat menyurat resmi dari perusahaan. Bahkan tanda baca yang salah juga bisa mengindikasikan kalo sebuah pengumuman lowongan pekerjaan itu palsu.

2. Meminta Sejumlah Uang

Perusahaan manapun tidak pernah memungut biaya untuk calon rekrutan mereka. Jadi Ketika ada lowongan pekerjaan yang mengharuskan kita membayar sejumlah uang atau meminta membeli barang/tiket atau barang sejenis terlebih dahulu, kemungkinan besar lowongan itu palsu.

Sepengetahuan saya, tidak ada perusahaan yang mau mengganti akomodasi calon rekrutannya meskipun dia harus menempuh jarak yang jauh untuk mengikuti proses seleksinya.

3. Menggunakan Alamat Email Yang Tidak Profesional

Zaman internet seperti ini, hampir semua perusahaan menggunakan email professional. Jika kita melihat email perusahaan BUMN, rata-rata mereka sudah menggunakan email professional atau dalam hal ini menggunakan email atas nama perusahaan sendiri. Biasanya email perusahaan professional memakai format [email protected]

Ketika ada perusahaan yang menggunakan alamat email gratisan seperti gmail ataupun yahoo, kita patut curiga ini bukan email perusahaan sebenarnya. Apalagi jika nama emailnya terkesan dipaksakan dan aneh. Kita harus cek ulang ke internet atau ke akun resmi perusahaan tersebut di media sosial.

4. Meminta Data Pribadi

Beberapa perusahaan memang ada yang meminta data pribadi calon rekrutannya. Masih wajar jjika data pribadi yang diminta tidak berupa informasi yang sensitif.

Jika ada perusahaan yang meminta data pribadi seperti rekening bank atau selfie sambal memegang ktp kita harus curiga. Masa baru awal-awal mau direkrut udah diminta sampai nomor rekening sama selfie segala?

5. Kriteria Kandidat Yang Terlalu Luas dan Tidak Spesifik

Lowongan kerja palsu biasanya sengaja memberi persyaratan yang mudah untuk para calon korbannya. Syarat calon rekrutannya biasanya luas dengan kualifikasi yang mudah. Seakan-akan semua orang bisa mendapatkan pekerjaan tersebut.

Padahal, setiap perusahaan punya standar rekrutannya masing-masing. Tidak ada yang terlalu luas dan memaksakan semua orang bisa mendaftarkan diri.

Jika 5 ciri lowongan kerja di atas masih belum cukup untuk meyakinkan kita, cara terbaiknya adalah menanyakan langsung lewat media sosial resmi dari perusahaan tersebut.

Namun akan jadi masalah baru Ketika perusahaan yang kita lamar justru tidak memiliki media sosial resmi atau media sosial yang tidak aktif. Tidak ad acara lain yang bisa kita lakukan selain mengkonfirmasi langsung ke tempat perusahaan tersebut berada. (RAD/IAN)

About the author

Radhian Nur Rahman

Add Comment

Click here to post a comment