Opinion

Stay at Home

Masyarakat Indonesia kini menghadapi virus Corona yang kerap disebut sebagai Covid-19. Virus yang berasal dari negeri Tirai Bambu ini berawal pada Desember 2019, dikala itu sejumlah pasien memenuhi rumah sakit di Wuhan dengan gejala yang beragam, dengan rata-rata keluhan batuk, pilek dan sesak nafas. Dr. Li Wenliang menginformasikan pada media tentang virus misterius ini di media sosial. Menurut informasi lokal, lokasi pertama yang dikunjungi pasien adalah pasar ikan Huanan yang menjual binatang liar.

Tidak terkecuali Indonesia, sebagai negara yang juga terserang virus Covid-19, pemerintah senantiasa melakukan berbagai cara untuk mengatasinya. Salah satunya adalah dengan Pembatasan sosial berskala besar.

Pembatasan sosial berskala besar atau disingkat dengan PSBB adalah salah satu contoh kebijakan Pemerintah dalam menghadapi Covid-19. Pembatasan sosial berskala besar dianggap mampu mengatasi laju persebaran Covid-19 yang semakin meluas di Indonesia. PSBB tersebut dilakukan selama masa inkubasi yaitu 14 hari, dan dapat diperpanjang kemudian tergantung dengan kondisi di lapangan.

Dengan PSBB, diharapkan masyarakat dapat tetap tinggal di rumah atau stay at home guna membantu pencegahan penyebaran virus ini dengan tidak lupa bekerjasama pula dengan pihak rumah sakit setempat. Dalam kurun waktu 14 hari tersebut, aktivitas dibatasi dan hanya dilakukan dalam rumah. Walaupun kegiatan ini terbilang kurang fleksibel, tetapi harus dilakukan agar menghindari aktivitas bersama dalam satu ruang.

Penyebaran Covid-19 dapat terjadi melalui kontak fisik langsung maupun tidak langsung antar manusia, hewan, bahkan   terhadap benda, karena virus ini mampu menempel pada benda yang kita sentuh. Sehingga kita dianjurkan untuk selalu membersihkan diri dan menghindari kontak fisik dari apapun itu, seperti benda-benda sekitar, manusia, hewan, peralatan serta fasilitas umum dan sebagainya. Dengan demikian Stay at home tentu lebih aman untuk menjaga diri.

Dalam menjalankan Stay at Home, cemas serta takut masih menghantui masyarakat Indonesia. Bukan hanya karena kemunculam virus ini di setiap daerah, namun juga dampak yang ditimbulkannya. Covid-19 dan beberapa kebijakan diyakini membawa pengaruh menurunnya berbagai macam aspek yang mendukung kesejahteraan di masyarakat. Aspek tersebut meliputi sosial, ekonomi, dan budaya. Misalnya saja PSBB yang memliki tujuan agar masyarakat tetap Stay at home,  ternyata telah membawa dampak besar pada aspek ekonomi di berbagai lapisan dan kalangan masyarakat Indonesia. Banyak orang yang tidak dapat melakukan pekerjaan sebagaimana mestinya sehingga kesulitan mencari nafkah dan memerlukan bantuan sosial akibat dampak Covid-19 ini. Namun belajar pula dari negara tirai bambu yang kini telah mengalami penurunan pasien Covid-19, bagaimanapun dampak dari setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah, kita harus berani dan percaya jika apa yang kita korbankan akan sebanding dengan apa yang kita dapatkan. Orang bilang Keringat tidak akan memghianati hasil.

Sekarang, tugas kita masing-masing adalah selain harus menjaga kesehatan diri, kita juga harus saling membantu. Baik dalam bentuk tidak langsung misalnya mengedukasi masyarakat, maupun bentuk langsung misalnya bantuan sosial sembako dan pangan lainnya, agar Stay at Home yang kita galakkan dapat berjalan maksimal. Dengan saling membantu kita akan cepat mencapai hasil, pun menjadi manusia yang bermanfaat bagi lingkungan akan menambah pahala serta nilai kebaikan di diri kita, keluarga dan kerabat sekitar. Tetap jaga diri, jangan lupa berdoa, berharap musibah Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) dapat segera berlalu.

About the author

Enbrie Musli Rimiati

Add Comment

Click here to post a comment