Opinion

BELAJAR DARI PEREMPUAN YANG LAHIR PADA TANGGAL 30 AGUSTUS INI

Siapa yang berulang tahun pada tanggal 30 Agustus ini? Selamat! Karena kali ini kita akan mengangkat salah satu tokoh inspiratif yang lahir di tanggal tersebut, yakni Rebecca Lee Dorsey. Ga masalah kan kalau kita menyeberang ke negara Paman Sam dulu. Hehe.

Rebecca Lee Dorsey (lahir di Maryland, Amerika Serikat, 30 Agustus 1859 – meninggal di Los Angeles, California, 29 Maret 1959 pada umur 99 tahun) adalah seorang dokter berkebangsaan Amerika Serikat yang merupakan seorang perintis dalam bidang endokrinologi dan studi mengenai hormon-hormon. Ia merupakan salah satu dari dokter-dokter perempuan pertama yang membuka praktek kedokteran di Los Angeles.

Dorsey merupakan anak yang mandiri sejak umur 9 tahun. Ia merawat Ibunya yang menderita tuberculosis serta bekerja untuk mendapatkan penghasilan untuk perawatan saudara-saudaranya. Ia kemudian pindah dari kota masa kecilnya yaitu Maryland ke Philadelphia dan menjadi seorang pelayan, dengan biayanya sendiri untuk menempuh pendidikan di tingkat Grammar School. Ia melanjutkan pendidikannya di Wellesley College dan bekerja kasar kepada teman-temannya untuk memenuhi kebutuhan dirinya selama studi. Selama ia mendapat gelar kedokteran di Boston University, ia juga mengurus orang-orang yang sakit untuk mendapat penghasilan. Selama studi, Ia juga terjangkit gejala tuberculosis seperti ibunya. Pada Juni 1882 ia lulus dan pergi ia mengelilingi Eropa. Ia menghabiskan beberapa tahun dengan belajar dan mencari perawatan untuk penyakit yang diidapnya. Dorsey menjalani pengobatan eksperimental untuk penyakit dan kesehatannya yang lebih lanjut. Kemudian ia kembali ke Amerika Serikat dan ia menetap di Los Angeles pada tahun 1886.

Pada awal karir Dorsey memulai praktik kedokterannya dan bekerja di Pusat Kesehatan St. Vincent. Ia berkuda dan menggunakan kereta roda empat untuk bertugas di rumah-rumah dan peternakkan. Praktiknya khusus pada kebidanan, pediatri, dan endokrinologi. Dorsey diperkirakan sudah menjadi bidan untuk membantu proses melahirkan lebih dari 4000 kelahiran selama masa hidupnya. Pengalaman menjadi bidan yang paling berkesan ialah kelahiran Earl Warren, seorang yang menjadi Gubernur California dan Ketua Mahkamah Agung Amerika Serikat. Dorsey mengatakan bahwa ia tidak pernah kehilangan ibu dan bayi pasiennya selama proses melahirkan dan ia menganggap itu sebagai suatu pencapaian. Dalam pencapaiannya, Dorsey menerapkan empat peraturannya, yaitu: (1) Dorsey harus mempunyai pemahaman yang sempurna dalam pengukuran panggul calon ibu dengan ukuran dan tinggi badan bayi yang akan dilahirkannya; (2) Dorsey menganjurkan pasiennya atau calon ibu dengan perawatan prenatal yang baik; (3) Dorsey mempunyai teknik-teknik yang ketat dan steril; dan (4) Dorsey memastikan dengan teliti bahwa placenta telah terlepas dengan baik. Ia juga mengklaim bahwa ia tidak pernah mempunyai keluhan seperti puerperal, childbed, maupun demam dari pasiennya, yang itu semua karena pengetahuannya dalam sterilisasi yang ia pelajari dari Joseph Lister selama waktu perjalanannya di Eropa. Dorsey juga dibekali dengan kemampuan dalam penggunaan forceps yang mampu menghindar dari risiko cidera berat pada bayi-bayi yang ia bantu persalinannya.

Klaim dari Dorsey yang mampu menunjukkan tiga performa pertama yang berhasil dalam pembedahan usus buntu di Los Angeles dan juga telah melakukan inokulasi difteri pertama di Los Angeles pada sekitar tahun 1893. Ia juga berkontribusi dalam pendirian sekolah pelatihan pertama untuk perawat di Los Angeles. Selama Perang Dunia Pertama, ia melakukan konsultasi dengan Sekretaris Perang Amerika Serikat mengenai jumlah perawat perempuan yang tersedia di Amerika Serikat. Ia menawarkan perempuan-perempuan untuk tersedia selama waktu yang genting. Selama 60 tahun praktiknya, Dorsey pensiun dan tinggal di peternakannya di dekat Indio, California, di sekitar Lembah Coachella. Dari masa pensiunnya, Dorsey menjadi pionir dalam perkebunan kurma.

Dari historisnya, kelihatan sekali yah Rebecca Lee Dorsey merupakan sosok perempuan yang kuat, rendah hati, mandiri, pekerja keras, cekatan, rajin dan bisa membagi waktu dengan baik antara belajar, bekerja, dan waktu untuk dirinya sendiri sehingga ia memiliki pencapaian yang besar dalam dunia kedokteran. Nah kalau sobat damai bagaimana? Dimasa pandemi ini masih rajin bagi waktu dengan baik ga? Atau jangan-jangan semuanya digabungkan menjadi jam rebahan semua? Hmm.. Ga dong ya. Kita kan generasi aktif, produktif dan kreatif! (NOV)