News

[BAGIAN 2] ADA HOAX SEPUTAR COVID-19 : BERIKUT 23 BERITA DAN PENJELASAN PAKAR

NEWS – Lanjutan….

  1. Hanya orang dewasa yang berisiko terinfeksi Covid-19

Dibandingkan dengan kalangan orang dewasa, anak-anak lebih rendah terinfeksi virus Corona. Hal ini disebabkan karena anak-anak memiliki lebih sedikit reseptor ACE-2. Sehingga risiko penularan lebih rendah dibandingkan dewasa Saat virus landing butuh konektor yakni reseptor ACE-2. Sehingga semakin banyak reseptor ACE-2 lebih berisiko terinfeksi.

 

  1. Corona merupakan virus yang paling berbahaya yang pernah ada

dr. Ika menegaskan, virus Corona paling mudah menular dan transmisi luas itu benar. Tetapi jika paling berbahaya sejauh ini tidak ada bukti. Karena tingkat kematian Covid-19 hanya 2,2 persen.

 

10. Menyemprotkan alkohol/klorin ke seluruh tubuh dapat membunuh virus Covid-19

Hal ini tidak direkomendasikan karena menyemprotkan alkohol atau klorin justru meningkatkan iritasi pada kulit. Saat kulit iritasi, bakteri justru akan mudah masuk.

11. Virus Covid-19 dapat menular melalui barang produksi impor

Kabar ini tidak benar, karena virus mempunyai waktu hidup di benda-benda tertentu. Misalnya di plastik, kayu, kaca bisa bertahan lama sampai 3 hari. Sedangkan saat menempel di besi lebih pendek umur virus sekitar 12-24 jam saja.

12. Hewan peliharaan dapat menyebarkan virus Covid-19

Ada hewan-hewan tertentu yang membawa Corona. Namun biasanya menginfeksi hewan liar yang ada di hutan. Menurut dr. Ika, kalau hewan peliharaan terjamin kebersihannya dimandikan hingga diberi vaksin sehingga tidak bisa menyebarkan virus Covid-19.

13. Pasien yang pernah terjangkit Covid-19 selamanya akan memiliki virus

dr. Ika mengatakan, informasi ini tidak benar. Orang yang terjangkit Covid-19 bisa sembuh. Hanya sekitar 2 persen yang mengakibatkan kematian. “Artinya, selebihnya adalah pasien sembuh. Asalkan tidak terlambat untuk datang ke rumah sakit. Tidak menunda jika ada gejala,” tandas dr. Ika.

14. Hanya hazmat dan masker N95 yang dapat melindungi Virus Corona

Hal ini memang benar bisa melindungi. Tapi penggunaannya juga harus sesuai dengan tempat. Petugas medis harus menggunakan hazmat karena berada di tempat pelayanan Covid-19 dan melalukan tindakan medis terhadap pasien Covid-19. Sedangkan untuk di tempat umum, penggunaan masker kain atau medis itu cukup melindungi risiko penularan. “Asalkan penggunaan masker benar, selalu mengganti masker. Tidak dipakai pagi sore,” tandas dr. Ika.

15. Pengering tangan atau sinar UV membunuh Virus Corona

Kabar ini tidak benar. Virus corona mati dengan disinfektan alkohol atau air bersuhu 90 derajat.

16. Termometer dapat mendiagnosis Covid-19

Termometer hanya membantu melakukan screening karena demam penyebabnya bisa banyak. Orang yang tidak demam bisa saja terinfeksi Covid-19 karena Orang Tanpa Gejala (OTG).

17. Pasien Covid-19 tidak dapat tertular/terinfeksi kembali karena sudah memiliki kekebalan

dr. Ika mengatakan, hal ini benar akan memiliki kekebalan. Tetapi kekebalan itu kadarnya akan turun setelah 2-3 bulan. Saat penurunan kekebalan tentu saja terinfeksi kembali apabila ada faktor risiko.

18. Minum alkohol dapat menyembuhkan infeksi Virus covid-19

Alkohol dapat mematikan virus dengan cara dioles di benda-benda yang sering disentuh. Tapi minuman alkohol itu masuk ke pencernaan bukan ke pernafasan.

19. Berkumur dengan air garam dapat mengobati Covid-19

Jawabannya tidak benar. Air garam bisa membersihkan saluran dalam kondisi hiper sekresi atau banyak lendir seperti pada penderita bronkitis atau perokok. Air garam bisa membantu membersihkan lendir.

20. Minum kayu putih baik diminum langsung atau dicampur air hangat dapat meredakan gejala Covid-19

Kabar ini tidak benar. Minyak kayu putih hanya berfungsi untuk melegakan pernafasan karena ada kandungan mentolnya.

21. Minum mecobalamin untuk mengatasi anosmia sebagai gejala Covid-19

dr. Ika menjelaskan, sebagian penderita Covid-19 memang mengalami gangguan penciuman tapi obatnya bukan itu.

22. Lianhua Qingwen sejenis obat herbal dapat membantu mengurangi perburukan kondisi pasien Covid-19

dr. Ika menerangkan, informasi ini tidak benar. Obat Lianhua adalah obat herbal untuk menurunkan demam, membersihkan lendir di saluran pernafasan. Namun obat ini semacam obat batuk, demam dan untuk meringankan nyeri telak. “Virus Covid-19 banyak di saluran pernapasan, obat ini bisa membantu tapi bukan untuk mengurangi perburukan kondisi,” beber dr. Ika.

23. Mutasi virus Covid-19 sangat mematikan

Kabar ini adalah hoaks. Dari beberapa penelitian memang cara virus bisa bertahan dengan cara bermutasi. Mutasi ini cara alamiah virus untuk bertahan hidup. dr. Ika menyatakan, virus tersebut terbukti mudah untuk transmisi atau menularkan. Tapi belum ada bukti mutasi menjadi angka kematiannya sangat mematikan. (Nov)

 

Sumber : Kompas.com