Opinion

Kamu pemuda? Cek apakah kamu sudah melakukan hal berikut!

OPINIBertumpah darah satu, berbangsa yang satu dan menjunjung tinggi bahasa persatuan mungkin sudah tak asing lagi terdengar di telinga kita. Tepat 28 Oktober 1928 silam lahirlah rumusan sumpah pemuda yang mana menegaskan adanya cita-cita bagi bangsa Indonesia. Segenap cita-cita bangsa dituangkan dalam suatu ikrar yang melahirkan gagasan ide “Tanah Air Indonesia, Bangsa Indonesia serta Bahasa Indonesia”.

Dewasa ini makna sumpah pemuda yang kini tak terasa sudah bertahan sekitar 92 tahun masih saja terasa perjuangan dan harapan dari para pelopornya. Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia dan dianggap sebagai pencetus semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia yang merdeka.

Jika dulu para pemuda pelopor kemerdekaan bangsa berjuang segenap jiwa dan raga hingga tak jarang sampai mengorbankan nyawa untuk bangsa Indonesia, lalu bagaimana dengan pemuda di zaman millennial seperti sekarang dalam memaknai serta mengisi makna sumpah pemuda dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut ini beberapa hal yang dapat kita lakukan sebagai generasi muda Indonesia!

  1. Mengejar Prestasi dan Haus akan Ilmu yang Baru

Sebagai pemuda tentunya memiliki semangat yang tinggi dan potensi yang banyak. Hal berikut adalah salah satu yang harus kita tanamkan dalam diri masing-masing. Mengejar prestasi di bidang yang kita kuasai adalah salah satu cara pengimplementasian dari ikrar sumpah pemuda. Prestasi yang diraih bukan hanya terpatok dari segi akademik, namun prestasi non-akademik juga merupakan kebanggan yang tinggi. Selain itu, haus akan ilmu-ilmu yang baru tentu saja juga diperlukan, agar dalam menjalani kehidupan dapat beradaptasi di lingkungan mana saja.

  1. Menjunjung Toleransi serta Melakukan Kerjasama

Indonesia terkenal dengan ribuan pulau di dalamnya, tak salah jika isi dalam sumpah pemuda menyinggung tentang betumpah darah satu, berbangsa satu dan bahasa persatuan. Hal ini secara tidak langsung adalah cikal bakal dari lahirnya toleransi di negara kita. Sebagai generasi muda tentunya harus bisa untuk menjunjung tinggi toleransi dalam agama, suku, ras maupun budaya yang ada. Dengan adanya toleransi maka kehidupan dalam bernegara dapat berjalan bersamaan, tentu saja memerlukan kerjasama antara satu pihak dengan pihak yang lainnya. Itulah mengapa diperlukan sikap toleransi yang tinggi serta kerjasama yang baik bagi generasi muda untuk tetap mempertahankan nilai dari sumpah pemuda itu sendiri.

  1. Mencintai Sejarah dan Mewujudkan Masa Depan yang Cerah

Masa lalu? Wah udah banyak yang bakalan sensitif bahkan baper jika mendengar kata itu. Namun yang perlu kita pahami masa lalu bukan hanya memiliki sisi kelam dari kehidupan, namun masa lalu juga mengajarkan kita akan kehidupan yang lebih baik di masa yang akan mendatang. Sejarah telah mencatat bagimana perjuangan para pelopor untuk mencetuskan ikrar sumpah pemuda. Memang tidak semudah seperti menyebutkan ikrarnya saja, maka dari itu kita sebagai generasi muda harus tetap mempelajari dan mengingat sejarah tersebut. Hal ini dilakukan agar dalam masa yang akan datang kita sebagai generasi muda dapat menjadi pemuda harapan bangsa dengan masa depan yang cerah.

  1. Menebarkan Pesan Positif dengan Bahasa yang Baik

“Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.” Itu adalah penggalan kalimat terakhir dari ikrar sumpah pemuda. Bahasa pemersatu bangsa selain sebagai identitas bangsa Indonesia juga sebagai alat untuk berkomunikasi antara satu sama lain dengan baik. Indonesia yang memiliki berbagai macam suku tak dapat dipungkiri juga memiliki banyak ragam bahasa daerah. Salah satu cara menyatukan perbedaan demikian adalah dengan menggunakan bahasa Indonesia. Nah tugas kita sebagai generasi muda di era seperti sekarang tentunya memiliki andil yang cukup besar. Penyampaian informasi yang bersifat positif dan bernuansa kedamaian haruslah dilakukan, tentu saja tetap menggunakan bahasa yang baik yaitu bahasa Indonesia. (Ls/Nov)

About the author

khalisa putri alifa

Add Comment

Click here to post a comment