Opinion

KARMA

Karma adalah konsep “aksi” atau “perbuatan” yang dalam agama Hindu dan agama Buddha dipahami sebagai sesuatu yang menyebabkan seluruh siklus kauslitas(berulang ulang). Dalam konsep “karma”, semua yang dialami manusia adalah hasil dari tindakan kehidupan masa lalu dan sekarang. Efek karma dari semua perbuatan dipandang sebagai aktif membentuk masa lalu, sekarang, dn pengalaman masa depan. Hasil atau ‘buah’ dari tindakan disebut karmaphala.

Segala sesuatu yang kita lakukan di dalam kehidupan memiliki pasangan, baik buruk, hitam putih, atas bawah, sampai dengan aksi serta reaksi. Hal tersebut banyak digambarkan sebagai bentuk nyata atas segala sesuatu yang dialami dalam hidup kita. Seperti nasihat orang tua zaman old, “memberi sesuatu niscaya akan mendapat balasannya yang lebih baik”.

Merasakan karma bisa saja dari pikiran maupun perbuatan. Ingatan kita merekam kejadian masa lalu yang kadang terulang seperti de javu di waktu sekarang. Memikirkan hal tersebut mengarahkan kita untuk memilih beberapa pilihan, baik itu yang menguntungkan maupun yang merugikan.

Hukum karma seperti tarik menarik (Arian Surya, 2016). Dimana aksi yang kita tampilkan, disana ada reaksi yang menanti kita. Pada perenapannya yang sederhana di masyarakat, kita bisa berbuat baik, membantu, menolong, memberikan, memberi ilmu, sehingga hal itu kembali kepada kita juga. Orang yang kita bantu menolong kembali sebagaimana apa yang telah kita perbuat sebelum kita menyadarinya.

Percaya akan hal hal yang memiliki balasan setimpal itu baik, sebagaimana mestinya kita telah menolong sesame baik sengaja maupun tidak sengaja, akan tetapi kebaikan itu lebih baik kita tumbuhkan di lingkungan agar muncul rasa aman yang menjaga lingkungan di masyarakat tempat kita tinggal.

 

Oleh :Enbrie Musli Rimiati

About the author

admin

Add Comment

Click here to post a comment