Opinion

BE A GOOD MAN

Menghadapi dunia nyata sangat terasa saat langkah kaki pertama terjejak. Mengenal dan menerima budaya melalui hubungan serta interaksi dilakukan dalam sebuah lingkungan. Percaya atau tidak lingkungan yang kita diami merupakan wadah pertama yang akan menjadikan kita sebagai sesuatu di masa yang akan datang.

Lingkungan hidup diartikan sebagai benda, kondisi, keadaan dan pengaruh yang terdapat dalam ruang yang kita tempati dan mempengaruhi hal yang hidup termasuk kehidupan manusia (Emil Salim, 2009). Dampak lingkungan sangat terlihat dari segi manapun, sebagaimana contohnya budaya yang terbentuk pada masing masing daerah, seperti Lingkungan nelayan yang aktifitasnya mengharuskan berangkat malam dan pulang pagi untuk menangkap ikan dan lingkungan kantor memiliki jam kerja pagi sampai sore.

Menyerap budaya dari lingkungan melahirkan seseorang,cerminan dari budaya tersebut. Menyerap nilai nilai kebaikan seperti toleransi, tenggang rasa, simpati merupakan tantangan bagi pelaku masyarakat di lingkungan tersebut. Walau penerapan masing masing individu kadang tidak sama, setidaknya dari diri sendiri memberikan contoh yang baik terlebih dahulu.

Menerapkan setiap budaya dari lingkungan yang baik berdampak positif. Hal tersebut dapat dilihat dari sikap dan perilaku kita kesehariannya, seperti menjenguk keluarga, kerabat atau rekan kerja yang mengalami musibah, memberi bantuan pada individu yang memerlukan, maupun memberikan sumbangan pikiran atau tenaga. Tidak hanya kita yang merasa nyaman, orang lain pun merasa nyaman dengan apa yang telah kita perbuat.
Audit lingkungan sebagai kontrol resiko.

Perubahan sikap dan perilaku yang tidak biasa perlu diperhatikan sebagai wujud peduli. Muncul pikiran yang tidak wajar apabila hal hal yang dirasakan tidak biasa. Pengalaman menceritakan bahwa keperibadian manusia berubah melalui hal hal yang mempengaruhi pikiran.

Peduli terhadap lingkungan tidak hanya dilakukan oleh individu, melainkan semua yang telibat di dalamnya. Setiap budaya, sikap dan perilaku yang diterapkan menjadi ciri khas yang patut disyukuri perbedaannya. Memahami adanya perbedaan bukan sebagai tolak ukur nilai unggul menjadikan kita sama rata, tiada yang sempurna karena masing masing memiliki kekurangan.

Kebaikan timbul dari diri sendiri, penilaian orang lain mencerminkan bahwa kita adalah individu yang baik atau buruk. Belajar melalui lingkungan memberikan kita pilihan untuk menjadi yang baik atau pun yang terbaik untuk kita maupun orang lain. Berikan kesan positif dimana pun kita tinggal, semoga hal hal tersebut berdampak positif kembali tanpa mengharapkan apa pun.

Oleh : Enbrie